Sistem terintegrasi untuk menyelaraskan data sasaran, program, dan intervensi lintas perangkat daerah sebagai dasar perencanaan penanggulangan kemiskinan yang lebih terpadu, tepat sasaran dan berkelanjutan, serta layanan pemeriksaan desil berdasarkan NIK pada DTSEN yang dipublikasikan.
Masukkan NIK untuk memeriksa informasi desil pada DTSEN yang sedang dipublikasikan.
Sistem terintegrasi untuk menyelaraskan data sasaran, program, dan intervensi lintas perangkat daerah sebagai dasar perencanaan penanggulangan kemiskinan yang lebih terpadu, tepat sasaran dan berkelanjutan, serta layanan pemeriksaan desil berdasarkan NIK pada DTSEN yang dipublikasikan.
Informasi utama disajikan secara ringkas untuk membantu membaca program, kelompok sasaran, dan sebaran wilayah sebagai bahan perumusan kebijakan daerah.
Jumlah penduduk pada Desil 1 dan Desil 2 yang menjadi kelompok prioritas dalam perencanaan penanggulangan kemiskinan.
Disajikan dalam satu rentang waktu untuk memberikan konteks terhadap perkembangan indikator kemiskinan daerah.
Informasi akan ditampilkan setelah data statistik kemiskinan tersedia dan dipublikasikan.
Perkembangan tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Banjar disajikan per tahun berdasarkan data yang dipublikasikan dan dikelola melalui SINERGI BANJAR.
Data akan tampil setelah tahun yang dipublikasikan tersedia pada dashboard.
Distribusi desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan penduduk dalam DTSEN. Desil 1 dan Desil 2 menjadi perhatian utama dalam penajaman sasaran program penanggulangan kemiskinan.
Urutan wilayah disusun berdasarkan jumlah penduduk Desil 1 dan Desil 2 pada masing-masing kecamatan.
Arahkan pointer pada desa/kelurahan untuk melihat jumlah penduduk terdata, keluarga, Desil 1, Desil 2, dan total sasaran prioritas.
Berikan penilaian 1–5 bintang sebagai bahan evaluasi kualitas layanan publik SINERGI BANJAR.
Identitas bersifat opsional. Saran dan masukan mengenai data, tampilan, fitur, maupun layanan akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan SINERGI BANJAR.
Penyajian publik mengutamakan data agregat, tren, profil sasaran, dan informasi kewilayahan dengan tetap membatasi informasi individu untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan bertanggung jawab.